Senin, 05 Agustus 2013

Pengalaman seorang Dini menjadi Volunter Politik dalam program AyoVote



Hello, ini adalah post mengenai curhatan dan sharing personal statement gw di blog untuk pertama kalinya. Mungkin terdengar sangat jadul dan "hello" kemana aja lo Din selama ini!?? Oke-oke ya ya, mungkin selama ini gw kebanyakan curhat ato cerita sama orang dan dairy kali ya *OMG dairy? ........
 Topik gw kali ini mengenai:

 "Politik di Kalangan Pemula"

Remaja dan berita politik yang diberikan melalui sosial media menjadi sesuatu yang catchy dewasa ini. Di tulis di http://ramalanintelijen.net/?p=6762 Menurut Dirjen Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika (SDPP) Kementerian Komunikasi dan Informatika Budi Setiawan, tercatat  44,6 juta pengguna Facebook dan  19,5 juta pengguna Twitter di Indonesia. Berdasarkan penelitian Nielsen, Indonesia juga masuk sebagai pengguna perangkat mobile tertinggi sebanyak 48%, diikuti oleh Thailand dan Singapura.  Dari segi usia, menurut Budi, semakin banyak pengguna internet merupakan anak muda. "Mulai dari usia 15-20 tahun dan 10-14 tahun meningkat signifikan,"katanya. Disamping itu pula, situs berita seperti Detik.com dan Kompas.com memiliki pengunjung sebanyak 2.173.013 perharinya yang rata-rata kalangan anak muda.
Jembatan informasi melalui media sosial menjadi semakin riuh oleh kicauan politik. Pasalnya, hampir sebagian besar para tokoh politik berlomba untuk membuat akun Twitter dan Facebook. Jelas saja selain banyak digandrungi masyarakat, media sosial juga menciptakan sesuatu yang instan, efektif dan ekonomis dalam berkampanye. Pengguna media sosial yang sebagian besar anak muda dan merupakan first voter dinilai menjadi pos suara terbesar yang bisa dipengarhui untuk pemilihan presiden nanti. Hal ini juga dapat dilihat dari data BPS 2010: Penduduk usia 15-19 tahun: 20.871.086 orang, usia 20-24 tahun: 19.878.4417 orang. Dengan demikian, jumlah pemilih muda sebanyak 40.749.503 orang. Jumlah yang sangat besar bukan? Satu suara saja sangat berarti, apalagi suara yang berjumlah jutaan, pasti lebih menentukan lagi. Itulah sebabnya hal tersebut dinilai amat sangat berperan besar dalam menentukan kemenangan partai politik atau kandidat tertentu yang berkompetisi dalam pemilihan umum 2014 nanti.
Disamping pemilih pemuda yang memiliki banyak kelebihan, seperti yang telah diuraikan secara singkat di atas, pemilih pemula juga memiliki kekurangan. Yakni masih minimnya pengalaman memilih dalam pemilu. Pada umumnya banyak dari mereka yang belum terlalu mengetahui berbagai hal terkait untuk apa pemilu diselenggarakan, apa saja tahapan pemilu, siapa saja yang menjadi peserta pemilu, apa saja syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk menjadi peserta pemilu, siapa saja yang boleh mememilih dalam pemilu, apa itu partai politik, atau bahkan mereka yang sudah melek akan politik namun bersikap apatis dan skeptis terhadap persoalan politik karna seringkali menerima kenyataan yang setidak sesuai dengan harapan-harapannya. Contoh, mereka enggan berpartisipasi dalam pemilu dan memilih ikut-ikutan tidak mau menggunakan hak pilihnya alias golongan putih (golput). Hal ini sangat disayangkan apalagi jika suaranya tersebut disalah gunakan oleh oknum-oknum tertentu.
Alasan gw tertarik ngikutin program Ayo Vote ini, bermula pada saat seorang sepupu gw mengirimkan image ke Line gw yang berupa  capture dari sebuah website. Ternyata eh ternyata, website itu membutuhkan tenaga relawan yang semangat dan mempunyai dedikasi terhadap sistem perpolitikan di kalangan kaum pemuda Indonesia. Salah satu dari tenaga yang dibutuhkan ada Writer & Reseacher, yang langsung terlintas di kepala gw dari program ini, gw bisa mengasah kemampuan menulis gw sambil mengisi waktu liburan yang akan habis di bulan depan. Setelah kemarin gw mendatangkan meeting di kantor BeritaSatu, gw semakin tertarik sama program Ayo Vote ini, selain ada beberapa kakak-kakak yang ‘kece’ dan seru *hahahay, gw juga berharap disini gw dapet berbagai pengalaman, ilmu, dan koneksi-koneksi baru. Sejujurnya sih, *ini jujur banget loh, gw paling ngantuk sama pelajaran Komunikasi Politik yang ada di kampus, malah keseringan cabut kekantin selain karna alasan ga suka, dosen gw yang ngajar pun cukup ngebosenin. Bayangkan, masih ada aja temen gw yang baru datang setelah 30 menit kelas berlangsung. Oke balik lagi ke AyoVote, setelah beberapa menit kakak-kakak team AyoVote menerangkan program yang ingin dijalankan, menurut gw ini program bagus banget.
Pertama, yang gw tangkep, mereka ini pengen ngebangun literasi politik yang ngga terlalu berat ke kalangan anak muda dan ngebungkus beritanya lebih asik, menarik, dan funny. Kedua, mereka ingin mengajak anak muda khususnya kalangan pemilih pemula untuk tidak bersikap apatis terhadap pemilu 2014 nanti, bagaimana pun suara mereka sangat menentukan sekali nasib pemimpin bangsa kedepannya. Ketiga, pemuda itu sarat akan ide-ide kreatif serta kepercayaan dirinya pun sedang berada pada titik puncak, alangkah baiknya kita bersama mengajak mereka untuk membentuk sikap yang peduli dan kreatif terhadap sistem perpolitikan negara. Dengan kata lain, sebuah kemajuan dan masa depan Negara dapat dilihat dari kondisi pemudanya. Jika kondisi pemudanya baik, dapat di pastikan nasib bangsa ini di masa depan akan menjadi baik, namun jika kondisi pemuda sebaliknya dipastikan pula nasib bangsa tidak akan maju. 

Sekian sharing dan curhatan gw hari ini. 
Hope you enjoy and like it guys..
Emmwwaahhooeek! :* :&

Tidak ada komentar:

Posting Komentar